Perbandingan Metode Hybrid AHP-SAW dan SMART dalam Penentuan Tingkat Risiko Diabetes Melitus Tipe 2
Keywords:
AHP-SAW, Confusion Matrix, Diabetes Melitus Tipe 2, Odds Ratio, SMARTAbstract
Diabetes Melitus (DM) adalah suatu penyakit metabolik yang ditandai tingginya kadar glukosa yang terjadi akibat gangguan pada produksi fungsi insulin. Prevalensi penyakit ini terus meningkat dan Indonesia menempati peringkat kelima di dunia dengan 20,4 juta jiwa pada tahun 2024. Salah satu jenis diabetes melitus yang paling banyak ditemukan di Indonesia adalah diabetes melitus tipe 2 (T2DM) sebanyak 90-95% kasus. Sebagai bentuk upaya pencegahan, diperlukan metode yang efektif untuk menentukan status risiko T2DM. Penelitian ini bertujuan membandingkan metode hybrid AHP-SAW dan SMART dalam memprediksi status risiko T2DM (berisiko atau tidak berisiko). Dataset yang digunakan adalah PIMA Indian dengan lima kriteria yang dipilih yaitu Glucose, Body Mass Index (BMI), Blood Pressure, Age dan Diabetes Pedigree Function. Bobot kriteria tersebut menggunakan nilai Odds Ratio (OR) dari jurnal systematic review dan meta-analysis. Evaluasi kedua metode dilakukan dengan confusion matrix menggunakan metrik akurasi, recall, presisi, dan F1-score. Dengan mempertimbangkan metrik penting studi medis yaitu recall dan F1-score, metode AHP-SAW dipilih sebagai metode yang lebih baik dibandingkan SMART dengan recall 82,84% dan F1-score 65,88%, sedangkan SMART memperoleh recall 27,99% dan F1-score 22,56%. Metode AHP-SAW kemudian diimplementasikan ke dalam sistem untuk menentukan status risiko (berisiko atau tidak berisiko) dan tingkat risiko T2DM (rendah, sedang, tinggi) disertai persentase dan visualisasi warna sebagai indikator.
