Penggerombolan Spasio-Temporal Faktor Determinan Stunting di Indonesia Menggunakan K-Medoids dengan Weighted Euclidean Distance
Keywords:
CID, K-medoids, KNN, Spasio-temporal, StuntingAbstract
Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia meskipun prevalensinya menurun menjadi 19,8% pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola spasio-temporal faktor risiko stunting antar provinsi di Indonesia menggunakan penggerombolan K-Medoids. Kemiripan temporal diukur menggunakan Complexity Invariance Distance (CID), sedangkan kedekatan spasial dimodelkan menggunakan pendekatan K-Nearest Neighbors (KNN) berbasis jarak Haversine. Kedua komponen tersebut kemudian diintegrasikan menggunakan Weighted Euclidean Distance (WED). Hasil penggerombolan membentuk tiga gerombol dengan tingkat risiko stunting yang berbeda. Gerombol risiko rendah umumnya menunjukkan kondisi faktor determinan stunting yang lebih baik, sedangkan gerombol risiko tinggi masih memerlukan perbaikan pada akses sanitasi, ketahanan pangan, dan cakupan imunisasi dasar lengkap. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa aspek temporal (0,69) lebih dominan dibandingkan aspek spasial dalam menentukan kemiripan antar provinsi, sehingga pendekatan K-Medoids berbasis WED efektif dalam menggambarkan pola spasio-temporal faktor determinan stunting di Indonesia periode 2021–2024.
