Eksplorasi Pemanfaatan Generative AI dalam Pembuatan User Persona: Studi Kualitatif pada Praktisi UX

Authors

  • M Raihan Alghani Leksono Computer Science Study Program, School of Data Science, Mathematics, and Informatics, IPB University, Indonesia Author
  • Firman Ardiansyah Computer Science Study Program, School of Data Science, Mathematics, and Informatics, IPB University, Indonesia Author
  • Shelvie Nidya Neyman Computer Science Study Program, School of Data Science, Mathematics, and Informatics, IPB University, Indonesia Author

Keywords:

Analisis Tematik Reflexive, Generative AI, Kerangka Konseptual, Riset Pengalaman Pengguna, User Persona

Abstract

Pembuatan user persona merupakan tahapan krusial dalam User-Centered Design (UCD) untuk memahami kebutuhan pengguna, namun pendekatan tradisional sering kali memakan waktu dan menghambat iterasi cepat. Kehadiran Generative AI (GenAI) berbasis Large Language Models (LLM) menawarkan potensi akselerasi proses tersebut, meski memicu kekhawatiran terkait reliabilitas, bias, dan halusinasi. Kesenjangan riset muncul karena belum banyak studi yang mengeksplorasi dinamika pemanfaatan GenAI oleh praktisi UX di industri serta bagaimana kualitas artefaknya dipersepsikan secara kritis. Penelitian ini bertujuan menginvestigasi peran GenAI dalam pembuatan user persona, memetakan taksonomi strategi prompting, mengidentifikasi risiko metodologis, serta merumuskan kerangka konseptual tata kelola yang adaptif. Pendekatan kualitatif eksploratif diterapkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap delapan praktisi User Experience (UX) lintas sektor industri. Data dianalisis menggunakan metode Reflexive Thematic Analysis untuk mengonstruksi pola makna secara induktif berbasis meaning unit. Hasil penelitian berhasil merumuskan Conceptual Framework for AI-Assisted Persona Creation yang mengintegrasikan alur operasional dan tata kelola ke dalam empat komponen utama: input, process, output risk, dan governance. Temuan menunjukkan bahwa praktisi memanfaatkan GenAI sebagai asisten kognitif melalui strategi prompting kontekstual, walaupun luaran AI terindikasi mengalami keterbatasan struktural berupa halusinasi halus dan bias demografi. Simpulan penelitian menegaskan bahwa validitas user persona berbasis AI tidak ditentukan oleh otomasi penuh, melainkan mutlak tergantung pada mekanisme human-in-the-loop dan prinsip keterlacakan bukti (insight traceability) guna menekan risiko degradasi kemampuan analitis praktisi.

Downloads

Published

2026-09-18

Issue

Section

Ilmu Komputer