Desain Pengembangan Komoditas Unggulan Hortikultura di Mengkendek, Tana Toraja, Sulawesi Selatan
Keywords:
coffee, economic institutions, intensive mentoring, product hilirization, super-spicy chiliAbstract
Transformasi transmigrasi yang mengacu pada Sustainable Development Goals merupakan terobosan baru sebagai bagian dari program Asta Cita Presiden Republik Indonesia ke-8. Transmigrasi tidak berfokus pada perpindahan penduduk, namun diarahkan untuk pengembangan wilayah yang kurang terjangkau publik. Salah satu strategi penting yang dalam upaya pencapaian SDGs di Indonesia, khususnya dalam mendorong pembangunan yang mendukung kegiatan produktif, penciptaan lapangan kerja yang layak, penguatan kewirausahaan, serta peningkatan kreativitas dan inovasi dengan melakukan pengembangan komoditas unggulan berbasis kondisi lingkungan lokal. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menetapkan komoditas unggulan hortikultura di Kawasan Mengkendek. Kawasan Mengkendek, Tana Toraja merupakan salah satu lokus transmigrasi yang memiliki potensi tinggi dikarenakan kondisi agroklimat mayoritas dataran tinggi sehingga sangat mendukung pengembangan komoditas hortikultura. Ketinggian wilayah pada kawasan ini terukur rentang 900 - 1358 mdpl dengan terbagi menjadi tiga kecamatan, Mengkendek sebagai center of location dan didukung oleh Kecamatan Gandang Batu Sillanan dan Sanggalla Selatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa cabai super pedas, kopi, dan padi menjadi komoditas unggulan potensial di kawasan Mengkendek. Cabai super pedas di wilayah ini telah terdaftar oleh Kementerian Pertanian bernama Katokkon Sayang. Nilai historis, sosial, ekonomi dan budaya cabai Katokkon dan kopi Toraja menjadi prospek nilai tambah untuk pengembangan hortikultura di dataran tinggi. Desain pengembangan yang disusun mencakup model ekosistem bisnis terintegrasi yang memperkuat konektivitas antara produksi, pengolahan, kelembagaan ekonomi desa, pembiayaan, dan pemasaran. Rekomendasi strategis meliputi pendampingan intensif, modernisasi teknologi budidaya, peningkatan kapasitas petani dan kelembagaan lokal, hilirisasi produk unggulan, serta pembangunan jejaring kemitraan multi-pihak. Implementasi desain ini diharapkan mampu memperkuat daya saing kawasan Mengkendek sebagai lokus utama transmigrasi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.





